Skip to main content

Menekan Kecurangan dalam UN

Indeks Integritas Tekan Kecurangan dalam UN

Indeks Integritas Tekan Kecurangan dalam UN, Menekan Kecurangan dalam UN, img
Indeks Integritas Tekan Kecurangan dalam UN. Masih bersama Kutipan Berita, sebuah blog sederhana yang menyajikan informasi terkini seputar pelaksanaan UN 2015 yang tinggal menghitung hari. Kali ini Kutipan Berita akan berbagi informasi terkait "Indeks Integritas Tekan Kecurangan dalam UN". Guna pelaksanaan UN yang jujur tanpa adanya kecurangan maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menerapkan indeks integritas sebagai alat ukur kecurangan dalam pelaksanaan UN menggunakan pola kesamaan jawaban. Dengan adanya indeks integritas ini diharapkan kecurangan dalam UN dapat diminimalisir atau bahkan tidak ada sama sekali sebagaimana  pernyataan Mendikbud Anies Baswedan bahwa UN harus jujur 100%. Berikut informasi lebih jelasnya terkait Indeks Integritas Tekan Kecurangan dalam UN.




Indeks Integritas Tekan Kecurangan dalam UN


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerapkan indeks integritas untuk menekan kecurangan dalam Ujian Nasional (UN). Indeks integritas ini mengedepankan kejujuran dalam ujian yang tidak lagi menjadi penentu kelulusan tersebut.

"Indeks integritas ini merupakan salah satu upaya agar UN berlangsung jujur," ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Furqon, dalam konferensi pers Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) di Depok, Jawa Barat, Senin (30/3/2015).

Pengukuran indeks tersebut berdasarkan pola kesamaan jawaban pada UN. Jika kesalahan dalam UN tersebut seragam, maka dipastikan terjadi kecurangan.

Furqon menyebut, pengukuran ini bertujuan untuk mengurangi tindakan yang tidak sesuai dalam pelaksanaan UN. Sebab, hal terpenting dalam UN adalah kejujuran, bukan hasilnya.

"Penting bagi Kemendikbud mendidik siswa menjadi berintegritas, karena tanpa integritas akan tersisihkan dalam kancah global," imbuhnya.

Menurut Furqon, Kemendikbud akan memberi penghargaan kepada kepala sekolah yang indeks integritasnya tinggi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Nurhadi Amiyanto, mengatakan, pihaknya sudah menerapkan metode pengukuran kecurangan sejak beberapa tahun lalu.

"Jadi bisa dilihat kabupaten mana yang banyak melakukan kecurangan," kata Nurhadi.

Bagi Nurhadi, kejujuran merupakan hal utama dan tanpa kompromi. Mereka pun siap melakukan revisi jika ditemukan kecurangan.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, UN 2015 tidak lagi menjadi penentu kelulusan. Kelulusan ditentukan oleh satuan pendidikan.

Sumber :  http://news.okezone.com

Demikian informasi terkini terkait Indeks Integritas Tekan Kecurangan dalam UN, semoga bermanfaat.

Keywords :  Indeks Integritas Tekan Kecurangan dalam UN, Menekan Kecurangan dalam UN
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar