Skip to main content

Keunggulan UN Online

Ujian Nasional Online Diujicobakan

Keunggulan UN Online, Ujian Nasional Online Diujicobakan, img
Keunggulan UN Online. Jumpa kembali dengan Kutipan Berita, sebuah blog sederhana yang menyajikan informasi terkini. Kali ini Kutipan Berita kembali hadir dengan informasi seputar persiapan Ujian Nasional 2015 yakni "Keunggulan UN Online". Pelaksanaan Ujian Nasional semakin dekat, tepatnya 13-16 April mendatang UN akan diselenggarakan secara serentak untuk tingkat SMA. Setidaknya ada 585 sekolah yang telah siap melaksanakan Ujian Nasional dengan sistem yang baru yaitu UN berbasis komputer atau (Computer Based Test). Setelah dilakukan uji coba, para siswa memberi tanggapan positif mengenai UN Online, karena dirasa lebih mudah dibandingkan dengan UN tertulis menggunakan lembar soal dan lembar jawab kertas. Apa saja keunggulan UN Online ? Berikut penjelasan lebih lanjut manfaat dari UN Online dan tanggapan siswa setelah Ujian Nasional Online Diujicobakan.





Ujian Nasional Online Diujicobakan


Tak kurang dari sebelas hari lagi, 7,3 juta pelajar se-Indonesia akan mengikuti Ujian Nasional. Agenda tahunan sekolah ini kerap menjadi momok menakutkan bagi para siswa dan guru serta orang tua murid.

Bukan apa, yang namanya ujian bak sudah menjadi momen penentu nasib bagi mereka. Sehingga banyak siswa yang kemudian merasa tertekan ketika menjelang masa-masa ini.

Untuk penjadwalan, sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, penyelenggaraan tingkat Sekolah Menengah Atas sederajat akan digelar pada tanggal 13-16 April dan tingkat Sekolah Menengah Pertama sederajat pada tanggal 4-7 Mei 2015.

Terlepas dari masih kontroversialnya UN, saat ini pemerintah mencoba menelurkan sebuah uji coba sistem UN berbasis komputer (Computer Based test) atau lazim disebut UN Online.

Sehingga, akan ada dua bentuk UN yang akan diselenggarakan pada kali ini. Satu yang berbasis kertas (Paper Based Test) atau UN pola lama dan yang keduanya adalah UN online.

Bagi Indonesia, UN berbasis komputer pada tahun ini adalah kali pertama penyelenggaraannya. Sebab itu, dari 18.552 SMA/MA, 10.362 SMK dan 50.515 SMP yang akan menyelenggarakan UN, hanya beberapa saja yang menggunakan sistem ini.

"Ada sebanyak 585 sekolah saja yang siap untuk menerapkan ujian berbasis komputer. Seluruh sekolah ini sudah diverifikasi kesiapannya," ujar Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud Nizam, Kamis 2 April 2015.

Bagaimana Kesiapan?

Ujian berbasis komputer, harus diakui memang menjadi terobosan baru di dunia pendidikan Indonesia. Sistem ini bahkan diklaim mampu menghemat anggaran negara hingga 50 persen dari total anggaran yang telah disiapkan sebesar Rp580 miliar.

Sebab, dalam ujian ini pencetakan naskah soal dan lembar jawaban hingga biaya pengawasan distribusi soal sudah tidak ada lagi. Semua berbasis digital. Tinggal lagi koneksi jaringan internet dan listrik, wajib menjadi pendukung sistem ini.

Tahun ini saja, demi memenuhi kebutuhan naskah bagi 3,77 juta siswa SMP, 1,63 juta siswa SMA, 1,17 juta siswa SMK dan 632,2 ribu peserta ujian kesetaraan, pemerintah wajib menyediakan sedikitnya 35 juta lembar naskah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Bawesdan menyebutkan, jika tahun ini pihaknya optimistis capaian ujicoba UN online akan memberikan hasil positif bagi dunia pendidikan di Indonesia.

Dari 585 sekolah yang sudah dinyatakan siap, Anies menaruh harapan banyak. Sebab hasil lulusan UN online nanti akan menjadi indikator capaian untuk keberlanjutan sistem UN online di Indonesia pada masa mendatang.

"Bukan tidak mungkin sistem UN online akan dikembangkan lebih banyak untuk seluruh sekolah di Indonesia," ujar Anies belum lama ini.

Secara keseluruhan, teknis persiapan UN online, diyakini Anies juga tidak menemui kendala berarti. Baik jaringan internet, listrik hingga pun kesiapan siswa juga sudah dianggap siap untuk menerapkan sistem ini. "Mudah-mudahan tidak ada kendala berarti, kami optimis," kata Anies.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Arie Budhiman, mengatakan di Jakarta sudah ditentukan ada 30 sekolah yang akan menjadi penyelenggara UN online. Guna persiapannya, sekolah-sekolah ini bahkan sudah melakukan latihan UN secara offline. (Baca: Hanya 30 Sekolah di DKI yang Siap UN Online)

"Supaya tidak canggung, kita sudah lakukan latihan secara offline di 30 sekolah ini," kata Arie, Sabtu 28 Maret 2015.

Menurutnya, sekolah yang dinyatakan siap melaksanakan UN online adalah sekolah yang memiliki komputer dengan rasio 1 komputer untuk tiga peserta ujian.

Kemudian, jaringan internet di sekolah tersebut harus lancar, tidak boleh terhambat apa pun. Jika jaringan internet lambat, maka akan mempengaruhi pengerjaan soal.

Terpisah, Wakil Kepala Bidang Humas SMAN 70 Jakarta Ahmad Muchtar, juga mengaku optimistis UN online tidak akan menemui kendala. Seluruh siswanya bahkan telah terbiasa dengan menggunakan metode ini.

"Karena sebelumnya para siswa juga sudah dilatih, baik di rumah atau di sekolah, jadi kami rasa tidak akan ada kendala lagi. Mudah-mudahan lancar pas UN nantinya," ujar Ahmad.

Apa Saja Manfaat UN Online?

Penerapan sistem ujian berbasis komputer, sejauh ini memang baru uji coba di Indonesia. Jumlah pesertanya pun belum begitu banyak.

Meski begitu, sistem ini diyakini paling efektif dan efisien dari seluruh sistem penyelenggaraan UN yang pernah diselenggarakan di Indonesia.

"UN online akan jauh lebih efektif ketimbang dengan menggunakan kertas. Dengan ujian komputer juga ada penghematan waktu 30 menit dari waktu selama ini dua jam," ujar Anies saat mengunjungi SMAN 1 Depok, Kamis 2 April 2015. (Baca: Menteri Anies: UN Online, Hemat Waktu 30 Menit)

Berikut sejumlah manfaat yang didapat dengan menggunakan sistem UN online:

1. Hemat Waktu
Menurut Anies, pola UN online memang efektif dalam menghemat waktu. Jika selama ini sekali penyelesaian soal, siswa membutuhkan waktu selama dua jam. Maka dengan online, penyelesaiannya cukup membutuhkan waktu 1,5 jam.

Dengan UN online, siswa tak perlu lagi menanti pembagian soal, pengisian lembar komputer yang merepotkan dengan pensil khusus dan lain sebagainya.

2. Pengurangan Kertas
Tahun ini, pemerintah akan mencetak sedikitnya 35 juta lembar naskah untuk penyelenggaraan UN di tingkat SMA dan SMP sederajat di Indonesia.

Setidaknya, saat ini dengan 585 sekolah se Indonesia yang menjadi peserta uji coba UN online, maka penggunaan kertas sudah bisa dihemat. Jumlah ini akan lebih banyak lagi, bila seluruh sekolah mulai menerapkannya.

3. Menekan Praktik Calo
Sistem UN online juga diyakini akan menekan praktik percaloan soal seperti yang selalu terjadi selama beberapa tahun ke belakang. "Praktik calo bisa ditekan. Jadi peluang orang untuk membocorkan soal bisa diminimalisir," kata Anies.

4. Tekan Risiko Kesalahan
Soal berbasis komputer, juga dipastikan akan memudahkan saat adanya kemungkinan kesalahan soal. Perubahan pun bisa dilakukan dengan gampang dan cepat. "UN online juga bisa mengantisipasi kebocoran soal. Misalnya, sebelum ujian diketahui ada kebocoran, maka tinggal kita ganti dengan soal lain," ujar Anies.

5. Uji Kejujuran

Menurut Anies, pola soal berbasis komputer juga sangat membantu melihat kejujuran dari seorang siswa. Sehingga, dapat diukur dengan baik tingkat kemampuan siswa. Bukan seperti pola UN yang menggunakan kertas. Peluang kecurangan sangat besar. Sehingga tingkat kejujuran siswa juga sulit diukur dengan murni. "Tingkat kejujuran siswa dalam menjalankan ujian pun juga bisa diuji," ujar Anies.

6. Hemat Anggaran Negara
Sistem UN online, diklaim mampu menghemat anggaran negara hingga 50 persen. Penghematan ini didapat dari penghilangan biaya pencetakan naskah soal dan lembar jawaban hingga biaya pengawasan distribusi.  Karena semua serba digital, maka ongkos penyelenggaraan UN pun dapat dipangkas sedemikian rupa.

"Mau tidak mau kita memasuki dunia digital, kita akan lebih memanfaatkan digital ke depannya," ujar Anies.

7. Soal Lebih Mudah Dikerjakan
Dari pengakuan sejumlah siswa yang telah melakukan simulasi UN online, mereka mengaku cukup terbantu dengan adanya sistem ini. Seperti diakui Febrian, siswa kelas XII IPA SMAN 1 Depok.

“Awalnya saya sedikit bingung, tapi lama-lama jadi terbiasa. Jadinya asik, karena UN dengan komputer ini lebih ringan tidak perlu menghitamkan buletan lagi yang sangat menyita waktu.”




Sumber :  http://www.viva.co.id







Demikian informasi terkini terkati Keunggulan UN Online, semoga bermanfaat.



Keywords :  Keunggulan UN Online, Ujian Nasional Online Diujicobakan


Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar