Skip to main content

Info Jadwal Pendaftaran CPNS dan PPPK Tahun 2019

Info Jadwal Pendaftaran CPNS dan PPPK Tahun 2019 - Faktor penyebab pelamar CPNS tidak lulus seleksi administrasi ternyata masih didominasi oleh masalah dokumen. Banyak pelamar yang dokumennya kurang atau malah tidak lengkap.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana memprediksi jumlah pelamar CPNS 2019 mencapai 5,5 juta.

Pada pelaksanaan seleksi CPNS 2018 total pelamar sebanyak 3.636.251 juta. Rinciannya, jumlah pelamar di 76 instansi pusat mencapai 1.446.460 dan pelamar di 481 instansi daerah sebanyak 2.189.791.

Pembaca juga mencari : Jadwal, Formasi dan Kuota CPNS dan PK Tahun 2019
Selanjutnya formasi CPNS 2018 Provinsi Papua diberikan sebanyak 12.831 dan Provinsi Papua Barat 6.208. Sementara untuk seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I sebanyak 51.293 peserta melampaui passing grade.

"CPNS 2019 harus diisi oleh tenaga-tenaga teknis profesional. Tenaga administrasi tidak direkrut lagi karena jumlahnya sudah banyak," kata Syafruddin di sela-sela rakornas pengadaan aparatur sipil negara (ASN), Selasa (30/7).


Dia menyebutkan, dari 4,3 juta PNS, mayoritas bukan tenaga teknis profesional.
Oleh karena itu, tenaga yang diambil dalam rekrutmen ASN sesuai dengan kebutuhan birikrasi.

"Tenaga administrasi sudah bejibun, tidak ada penambahan lagi. Sudah cukup banyak jumlahnya," tegasnya

Saat ini, lanjut Syafruddin, pemerintah masih membutuhkan tenaga pendidik dalam jumlah yang cukup banyak.

Sebab, guru yang pensiun mencapai 52 ribu. Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan 200 ribuan ASN untuk mengisi pegawai yang pensiun pada tahun ini.

Setiap tahunnya PNS yang pensiun mencapai 125 ribu orang. Rekrutmen CPNS sendiri sejatinya hanya untuk mengisi PNS yang pensiun.

Namun, sejak 2014 tidak ada rekrutmen CPNS umum. Rekrutmen baru dibuka lagi pada 2018.

Di sisi lain, CPNS dari jalur sekolah ikatan dinas selalu dibuka setiap tahun


Hal ini harus jadi perhatian bagi pelamar CPNS 2019 agar tidak gugur di tahap seleksi administrasi.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, dari hasil evaluasi pengadaan CPNS 2018 terdapat tiga faktor terbanyak penyebab peserta gugur dalam seleksi administrasi.

Pertama, ijazah tidak sesuai kualifikasi pendidikan. Misalnya formasi yang dibutuhkan adalah guru matematika, tapi yang melamar berijazah sarjana bahasa.

Kedua, dokumen pendukung tidak lengkap. Dokumen pendukung misalnya ijazahnya hanya berupa surat keterangan dari perguruan tinggi.

Ketiga, KTP yang di-upload tidak jelas atau bukan kartu identitas asli. KTP yang tidak asli ini menyusahkan pelamar saat mendaftarkan online.

"Banyaknya peserta yang mengundurkan diri setelah penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) juga menjadi permasalahan dalam rekrutmen CPNS 2018, Sehingga dibutuhkan koordinasi instansi pusat dan daerah untuk mengatasi hal tersebut, terutama koordinasi mengenai data kependudukan,” tutur Bima di Jakarta, Rabu (31/7).

Dia mengingatkan bagi pelamar yang ingin mendaftar CPNS untuk menyiapkan seluruh dokumennya. Ketika rekrutmen dibuka, pelamar tidak kebingungan dan menghabiskan waktu hanya untuk mengurus kelengkapan administrasi.

Dia menambahkan, saat ini telah tersedia 108 titik lokasi Station Computer Assisted Test (CAT) BKN dan CAT instansi daerah sebagai infrastruktur rekrutmen ASN 2019 dengan jumlah 7.532 PC.

Tentu masih dibutuhkan tambahan titik lokasi lagi guna memberikan kemudahan bagi peserta rekrutmen ASN 2019.

Ini juga yang melandasi keputusan rekrutmen PPPK didahulukan karena lebih cepat prosesnya," tandas Bima.

Informasi Formasi PPPK Tahun 2019
Formasi PPPK Tahap I ini dibuka khusus bagi tenaga honorer dengan jabatan Guru, Tenaga Kesehatan, Dosen dan Tenaga Kependidikan PTN baru, serta Penyuluh Pertanian.
Selaku Ketua Pelaksana Panitia Seleksi ASN Nasional (Panselnas), Bima juga menyampaikan sejumlah kendala yang dialami pelamar CPNS 2018.

Pertama, Database kependudukan yang tidak update, terutama kesulitan pelamar melakukan update Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) di Kantor Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) daerah dan pusat.

Kedua, sejumlah ijazah pelamar tidak sesuai kualifikasi Pendidikan yang dipersyaratkan.
Ketiga, KTP yang diunggah pelamar tidak jelas/bukan KTP asli. Keempat, sejumlah dokumen pendukung yang dilampirkan tidak lengkap.

Beberapa permasalahan ini yang menjadikan peserta tidak memenuhi syarat administrasi.

Untuk rencana pelaksanaan seleksi ASN pada Oktober 2019 akan dibuka dengan dua jenis pilihan, yakni seleksi CPNS dan PPPK Tahap II. Total kebutuhan ASN nasional 2019 sejumlah 254.173 yang mencakup 100.000 ribu formasi CPNS dan 100.000 formasi PPPK tahap kedua, dan sisanya sudah dilaksanakan pada seleksi PPPK tahap pertama.

Dari aspek infrastruktur seleksi, 108 titik lokasi di seluruh Indonesia dapat dimanfaatkan melalui fasilitas yang disediakan BKN dan bekerja sama dengan sejumlah instansi pusat dan daerah.

"Jumlah ini tentu tidak cukup untuk pelaksanaan seleksi serentak, oleh karena itu beberapa opsi sedang disiapkan dengan kerja sama instansi di pusat dan daerah," tandasnya
Sekitar 5,5 juta orang diperkirakan akan ikut seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) 2019 memperebutkan kurang lebih  200 ribu kursi CPNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, tahun ini pemerintah berencana merekrut 250 ribu ASN yang terdiri dari 100 ribu CPNS dan 150 ribu PPPK. Formasi PPPK ini dibagi dua tahap dengan kouta masing-masing 75 ribu.

"Karena rekrutmen PPPK tahap I hanya terisi sekitar 50 ribuan, maka sisanya 25 ribu ditambah di tahap II sehingga totalnya menjadi 100 ribu," terang Bima di sela-sela rakornas pengadaan ASN 2019 di Jakarta, Selasa (30/7).

Untuk pengadaan PPPK dan CPNS baik instansi pusat maupun daerah, Bima memprediksikan jumlah pendaftar akan meningkat mencapai 5,5 juta orang. Angka ini meningkat tajam dibandingkan tahun lalu.

Pada rekrutmen CPNS 2018, dari 3.636.251 pendaftar hanya 2.826.917 yang lulus seleksi administrasi. Hal tersebut salah satunya disebabkan karena KTP yang di-upload tidak jelas atau bukan KTP Asli.

Sedangkan pada rekrutmen PPPK tahap I didominasi pendaftar dengan rentang usia 35-40 tahun. Sekitar 35 persen dari total 51.293 pendaftar.
"Persaingan makin ketat nanti. Bagi honorer K2 yang mau ikut tes PPPK sedari sekarang belajar yang tekun agar bisa lulus," imbau Bima
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin mengatakan, pemerintah masih memprioritaskan tenaga teknis profesional pada rekrutmen CPNS 2019.

Tenaga teknis profesional itu antara lain guru, tenaga kesehatan, dan pegawai yang ditempatkan di kementerian/lembaga.

Sumber : jpnn.com
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar